h1

32 Kasus Narkoba Diungkap

Juni 11, 2008
rabu, 11 Juni 2008
Padang, Padek— Selama awal tahun 2008, jajaran Satuan Narkoba Poltabes Padang berhasil mengungkap 32 kasus narkoba dengan 50 orang tersangka. Salah satunya tewas saat penggrebekan pada bulan Februari. Dari semua tersangka tersebut yang masih mendekam di pesakitan Poltabes Padang, sembilan orang. Sisanya telah diserahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) atau telah menjalani penyidikan tahap kedua.

Jumlah barang buki yang diamankan berupa ganja kering mencapai belasan kg beserta beberapa paket kecil, sedang dan besar. Untuk psikotropika jenis sabu-sabu jumlah beberapa gram dalam bentuk paket kecil, sedang, dan besar. Tidak ketinggalan juga ekstasi sebanyak 54 butir. Khusus ekstasi didapatkan dari dua bulan penangkapan (lihat grafis).

Kasat Narkoba Poltabes Padang AKP Heri Budianto saat ditemui Padang Ekspres mengatakan Kota Padang kini menjadi salah satu sasaran pemasaran yang cukup menjajikan terhadap barang haram tersebut untuk pemakai dan pengedarnya. “Modus yang dominan dalam penyebaran barang tersebut yang dilakukan para lakonnya dengan menggunakan jasa dominan kurir. Dengan cara itu pemilik barang jika transaksinya tercium aparat, maka pelakunya dapat melarikan diri,” jelasnya.

Akan tetapi Heri mengakui, hingga sekarang tersangka yang ditangkap masih banyak dari kelas bawah. “Kita yakin aktor pintar yang paling berperan dalam peredaran barang ini belum semuanya tertangkap. Buktinya rata-rata orang yang diamankan adalah berpendidikan menengah ke bawah dan berperekonomian lemah. Sementara yang orang kelas atas cukup banyak yang diamankan,” bebernya.

Umumnya cara penyimpanan barang haram tersebut, lanjut Heri dengan membungkus dengan tas dan lak ban atau di slipkan di kotak rokok. Penyimpanan di lakban umumnya barangnya yang seberat mencapai kiloan. Sedangkan yang di kemas dalam kotak rokok adalah yang berupa lebtingan atau amp. Sebab, jumlah itu cukup mudah disimpan. Masih bersama Heri Budianto, rata-rata Bandar narkoba atau psikotropika merupakan orang yang dewasa dan tidak memperhatikan pendidikan atau strata ekononi.

“Baik orang yang berkehidupan mapan atau yang tidak memiliki jaminan perekonomian yang pasti. Khusus untuk psikotropika lebih banyak orang yang memiliki perekonomian tinggi. Hal mungkin disebabkan dengan harga ganja kering lebih murah dari pada psikotropika jenis sabu-sabu ataupun ekstasi. Heri menyebutkan jenis barang berupa ganja umumnya dipasok dari Medan Sumut dan Nanggroe Aceh Darussalam. “Khusus untuk jenis psikotropika rata-rata berasal dari propinsi wilayah Pekanbaru, Riau, dan Jakarta. (mg7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: