h1

Mahasiswa Miskin di Unand Tercatat 300 Orang

Juni 11, 2008
Jumat, 30 Mei 2008
Padang, Padek— Sekitar 300 mahasiswa miskin di Universitas Andalas (Unand) diusulkan untuk pembebasan SPP. Sedangkan yang dinyatakan layak menerima dan tidak mampu hanya 70 mahasiswa sementara sisa lainnya masih dalam tahap investigasi kelayakannya. Menurut rencananya sisanya akan dialihkan untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Hal itu diungkapkan Pembantu Rektor (PR) II Wery Darta Tayfur dihubungi Padang Ekspres, kemarin.

Selain itu tambah dosen Fakultas Ekonomi sekitar 3.500-an orang telah mendapatkan beasiswa dari berbagai lembaga pendonor. Akan tetapi dengan diberlakukannya BLT, Unand belum dapat berbuat banyak. Pasalnya petunjuk teknisnya dimiliki. “Konon kabarnya pencairan BLT ini dilakukan tahun depan,” ungkap Werry. Hanya saja, menurut Wery, mahasiswa yang akan diberikan BLT nantinya akan diinvestigasi terlebih dahulu oleh tim khusus Unand untuk melihat kebenaran datanya. “Sebab pencairan dana itu tidak dapat asal-asalan.

Meskipun mahasiswa yang hidup mandiri atau kos dari kampung, maka rumah orangtuanya di kampung akan dipantau tim khusus kelayakannya untuk mendapatkan dana BLT,” jelas Wery. Selama ini 23 ribuan jumlah mahasiswa Unand, sekitar 90 persennya dapat dikategorikan mampu. Sedangkan yang tidak mampu dan berprestasi diberikan fasilitas beasiswa oleh Unand. “Jika masih ada mahasiswa yang masih belum terkover dengan beasiswa, Unand memberikan bantuan dari zakat dosen. Sehingga tidak ada mahasiswa yang tidak bisa menyelesaikan kuliahnya karena tidak mampu,” tutur PR II.

Menurut Wery, ketentuan seseorang mahasiswa dalam keluarga dinyatakan tidak mampu bila jumlah biaya konsumsinya di bawah Rp170 ribu per orang dalam sebulan. Jika dalam keluarga berjumlah lima orang yang terdiri dari dua orang tua dan tiga orang anak dengan biaya konsumsi hidupnya dibawah Rp850 ribu, maka dapat dikatakan miskin atau tidak mampu. Dari hasil investigasi nantinya, jika ditemukan keluarga mahasiswa seperti itu mungkin mungkin mendapatkan beasiswa.

BLT Akal-akalan

Secara terpisah, Presiden BEM Unand Hanif  menilai diberlakukannya BLT untuk mahasiswa senilai Rp500 ribu per semester dianggap mengandung unsur politis. Sebabnya peluncuran dana BLT itu setelah mencuatnya unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di sejumlah PTN dan PTS di Indonesia. Menurut Hanif, BLT yang akan diberikan pemerintah untuk mahasiswa miskin sama halnya dengan uang saku. Sebab dana itu tidak ada unsur tanggung jawab setelah mahasiswa menerima dana tersebut.

“BLT berbeda halnya dengan beasiswa. Kalau beasiswa setiap mahasiswanya yang menerima dapat menyelesaiakan studinya dengan baik. Jika mahasiswa tidak dapat memenuhi syarat itu maka beasiswa akan ditarik oleh pihak pendonor. Hal ini akan membuat mahasiswa akan bertambah malas,” ungkap Presiden BEM dari Fakultas Hukum ini.

Selain itu BLT yang diberikan pemerintah untuk mahasiswa tidak akan mencukupi uang SPP. “Uang SPP Unand kini untuk mahasiswa eksakta angkatan 2007 sekitar Rp1 juta lebih. Sedangkan non eksakta Rp750 ribu. Lagian itu pencairannya berlaku tahun 2008 mendatang. kemungkinan SPP tahun depan naik. Ini sama halnya dengan obok-obok mahasiswa. Bahkan mahasiswa akan lebih memilih meminta beasiswa,” tutur Hanif.

Tondi (22), mahasiswa Unand tahun akhir ini menganggap BLT untuk mahasiswa tidak mencukupi bagi mahasiswa. Ia meminta mengganti namanya dengan beasiswa. “Sebab BLT itu memiliki nuansa mahasiswa sebagai pengemis,” terangnya. “Lebih baik pemberian BLT tersebut untuk mahasiswa itu langsung untuk orangtua. Yang merasakan dampak langsung kenaikan BBM itu orang tua mahasiswa. Karena  mereka yang menanggungkan biaya hidup anaknya yang belajar di rantau,” terangnya. (ilham safutra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: