h1

88 Ranmor Diamankan

Juni 16, 2008
Senin, 16 Juni 2008
Padang, Padek—Jajaran Poltabes Padang mengamankan 80 sepeda motor dan  8 mobil saat operasi Cipta Kondisi, Sabtu (14/6) malam. Ke-80 sepeda motor itu dijaring karena selain aksi balap liar juga tak memiliki surat kelengkapan kendaraan, seperti STNK, SIM dan tak menggunakan helm. Selain itu, aparat polisi menerbitkan surat tilang sebanyak 50 lembar. Semua itu didapatkan saat razia di Jalan Juanda depan Pangeran Beach Hotel, Khatib Sulaiman dan Jalan Samudera depan kawasan Nelayan Resto.

Razia yang dipimpin Kapoltabes Padang AKBP Bambang Ramelan menurunkan 240 personil yang dilaksanakan dua tahap. Pertama pukul 20.00 hingga 24.00 WIB. Minggu (15/6) dini hari dari  pukul 00.30 WIB hingga 03.00 WIB. Razia ini juga diikuti Wakapoltabes Padang AKBP AB Kawedar, Kasat Reskrim Kompol Hendri Budiman, Kasat Lantas AKP Arief Budiman, serta jajaran pimpinan lainnya. Kapoltabes Padang AKBP Bambang Ramelan melalui Kasat Lantas AKP Arief Budiman dihubungi Padang Ekspres mengatakan Poltabes Padang menciptakan kondusif di Kota Padang tidak hanya dilakukan selama separo waktu.

Sebab, untuk menciptakan kondisi aman ini harus dimulai dari hal yang kecil. Salah satunya dengan memberikan edukasi kesadaran hukum pada masyarakat. Edukasi itu dapat dilakukan dengan cara razia. “Pada razia Sabtu lebih banyak dipusatkan pada ketertiban berlalu lintas. Sebab selama ini masyarakat Kota Padang masih belum menyadari pentingnya berkendaraan dengan baik.  Jika pengendara tidak menyadari kelalaian itu, maka angka kecelakaan lalu lintas yang berujung pada meninggal dunia dan luka berat masih rentan terjadi. Untuk itu kepada masyarakat agar selalu menggunakan helm,” terang Arief.  Selain itu puluhan kendaraan yang diamankan itu juga disebabkan dengan kondisi kendaraan yang tidak sesuai dengan aturan standar. “Tidak sedikit sepeda motor yang diamankan itu dengan kondisi tidak standar lagi.

Untuk itu kendaraan yang diamankan mesti dikandangkan di Mapoltabes Padang selama dua pekan. Pemilik yang ingin mengambil kendaraannya mesti melengkapi kendaraannya. Seperti dengan melengkapi kaca spion, bagian kendaraan yang tidak dipasang mesti dipasang kembali,” jelas Arief. Ditambahkannya, kendaraan yang diamankan itu karena mengikuti balap liar, dan  handbreak. Kawasan wisata di Jalan Samudera selama ini kerap digunakan pengendara untuk balapan liar dan handbreak. Hal itu sangat mengganggu ketertiban lalu lintas. Setiap masyarakat yang melakukan aksi  itu, sebagian jalan ditutup. Akibatnya kemacetan panjang tidak bisa dihindarkan. (mg7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: