h1

Warga Harapkan Jembatan Penghubung

Juni 16, 2008
Senin, 16 Juni 2008
Masak Sakampuang di Batu Gadang, Luki
Sample ImagePadang, Padek– Warga Kelurahan Batu Gadang Kecamatan Lubukkilangan berharap dibangunnya jembatan penghubung antara nagari Sako ke Timbulun yang berdampak nantinya pada peningkatan perekonomian warga. Sebab, sejak robohnya jembatan tersebut, selama ini hasil pertanian warga Sako Batu Gadang diangkut dengan tenaga manusia.

“Sejak rusaknya jembatan Batu Gadang membuat generasi muda usia sekolah terkendala pergi sekolah.  Hasil pertanian dari daerah ini sebenarnya dapat memberikan angin segar pada perekonomian warga namun berdampak oleh rusaknya jembatan in. Warga berharap jembatan yang rusak ini diperbaiki,” jelas Camat Lubukkilangan Nasril, kepada Padang Ekspres, kemarin.  Selain dihadiri Wali Kota Padang Fauzi Bahar, juga dihadiri Kepala Divisi Regional Riau Pos Grup Padang St Zaili Asril, Pemred Padang TV Firdaus, Wakil Ketua DPRD Padang Z Panji Alam, Ketua Karang Taruna Kota Padang Zulhardi Z Latief, Istri Ketua Umum DPP Karang Taruna Yani Dodi Susanto, Ketua Karang Taruna dari Pariaman, Payakumbuh, dan Pasaman serta lurah se-Kecamatan Luki.

Menurut St Zaili Asril, tempat pelaksanaan Masak Sakampuang ini pada umumnya daerah yang lambat pembangunannya dibanding daerah lain. Setelah terlaksananya kegiatan ini akan memberikan motivasi bagi daerah tersebut untuk menggenjot pembangunannya. Karang Taruna inilah yang diharapkan sebagai leading sector pembangunan daerah.  Ketua Karang Taruna Kota Padang Zulhardi Z Latief, mengatakan Masak Sakampuang tidak hanya masak dan makan bersama. Sample ImageAkan tetapi momen Masak Sakampuang menyiratkan nilai-nilai kebersamaan seluruh warga di kampung.

MENYAJIKAN MASAKAN: Ibu-ibu Batu Gadang Kecamatan Lubukkilangan secara bergotong royong menyajikan masakan untuk dihidangkan saat Masak Sakampuang, kemarin.

“Di kampung warga saling bertemu bekerja sama membangun daerahnya. Kegiatan masaknya merupakan acara utama. Intinya acara itu dilengkapi dengan gotong royong seluruh warga,” tegasnya.

Penderita Filariasis

Kepala Puskesmas Kecamatan Luki dr Laila Isra mengatakan penderita Filariasis atau penderita kaki gajah Kecamatan Luki mencapai satu persen lebih. Penduduknya sangat rentan mendapat penyakit kaki gajah tersebut. Hal itu disebabkan bakteri nyamuk jenis penyebaran virus dari bakteri micro filariasis. Selain itu penyakit itu juga disebabkan cara prilaku hidup warga kurang memperhatikan sanitasi lingkungan. Di Luki penderita kaki gajah umumnya  berkisar umur 19 tahun ke atas. “Penyebaran penyakit ini saat bakteri micro filariasis menggigit penderita penyakit kaki gajah dan menggigit orang yang lain di sekitar penderita tersebut,” terangnya.  Biasanya bakteri nyamuk berkembang biak di tempat yang banyak dipenuhi genangan air. “Kepada masyarakat harus memperhatikan kebersihan lingkungan. Terutama dengan cara membudayakan 3 M,” saran Laila. (mg7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: