h1

Penuturan Korban Pemotongan Alat Kelamin, ”Saya Sempat Renggut Pisaunya”

Juni 25, 2008

Jumat, 13 Juni 2008
Penyerangan yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap korban pemotongan alat kelamin berinisial ”RK” (26), Rabu (11/6) dini hari, sempat terlibat saling pukul dan merenggut pisau yang digunakan pelaku. Meskipun alat kelaminnya sudah mengalami luka dengan cucuran darah. Hal itu diungkapkan ”RK”, kepada Padang Ekspres, di ruangan bangsal bedah pria RSUP M Djamil Padang, kemarin.

Awalnya, ”RK”, anak bungsu dari tujuh orang bersaudara ini tidak mau buka mulut tentang kronologi kejadian yang menimpanya. Sebab, kondisi tubuhnya masih lemah. ”RK” mengaku tidak mengenali orang yang akan memotong bagian vital di tubuhnya tersebut. Malam itu, ”RK” memang menerima telepon dari saudaranya yang akan pulang ke rumah.

Hanya saja selama menunggu, pria berambut ikal itu menyempatkan diri untuk berbelanja ke luar rumah membeli rokok di kawasan Jalan S Parman. Sekembali dari warung rokok, ”RK” mendengar seseorang memanggil namanya. Merasa tidak mengenali orang itu, ”RK” tidak mengindahkan. Ia meneruskan perjalanan ke rumah di belakang Taman Makam Pahlawan Lolong. Sesampai di rumah, ”RK” kembali menerima telepon dari saudaranya.

Sejenak berada di depan rumah, “RK” mendengar suara motor melintas. ”Saya kira itu motor kakak saya. Sehingga saya pergi keluar menyambutnya. Entah kenapa, ternyata motor yang dikendarai seseorang berjaket kulit warna hitam itu kembali lewat di depan saya. Ia langsung menyambarkan tangannya dengan cepat ke arah alat kelamin saya. Dan mengena. Sontak saja terasa sakit dan meringis kesakitan. Tapi saya sempat merenggut pisau yang digunakan,” tuturnya.

”Saya sempat mengejar orang itu, kendati pun tubuh bagian bawah perut sudah mencucurkan darah. Tak tak kuat dengan kondisi berdarah, akhirnya saya minta tolong pada warga. Pelaku dapat melarikan diri, tapi sepeda motornya dapat diamankan warga,” ulas ”RK” dengan wajah yang masih tampak ketakutan dengan insiden yang menimpanya.

Penyerangan malam dini hari itu membuat ”RK” trauma. Bahkan sesekali anak yang baru saja kembali dari Lampung itu sedikit ketakutan. Sebab, bayangan mencekam itu membuatnya tak tahan hati. Hingga kemarin siang, pasien yang masih diselimuti kain batik sudah mendapat izin berjalan dari dokter. Ia pun diperbolehkan memakan makanan layaknya orang sehat. Kapoltabes Padang melalui Kapolsek Padang Utara AKP Asril Radjam didampingi Kanit Reskrim Iptu Yulfahmi kepada Padang Ekspres mengatakan masih melakukan penyelidikan pelaku insiden tersebut. (ilham safutra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: