h1

500 Tangkai Bunga Putih Disebar

Juli 3, 2008
Senin, 30 Juni 2008
Padang, Padek—Ratusan pengendara di perempatan Hang Tuah, Pemuda dan Diponegoro dihadiahi bunga putih dan stiker bertuliskan “Jauhkan Narkoba”, Minggu (29/6) pagi. Aksi ini dilakukan Badan Anti Narkoba (BNK) Kota Padang bersama puluhan anak muda Kota Padang yang tergabung pada pelbagai organisasi antinarkoba. Pemberian hadiah bunga yang berjumlah 500 tangkai dan stiker 4.000 lembar ini dalam rangka memperingati Hari Anti-Narkoba Internasional (HANI).

Aksi yang dipimpin Sekretaris BNK Kota Padang Kompol Zulfahmi, diikuti beberapa pemuda berkewarganegaraan Inggris yang tergabung dengan LSM British Council. Organisasi ini tergabung dengan pemuda Indonesia pada pertukaran pemuda Global X Change. Selain itu juga diramaikan LSM Gerakan Anti Narkoba (GAN) Kota Padang, Forum Kota Sehat, Korps Padang, dan Pemuda-Pemudi Anti Narkoba (PPAN) Kota Padang. Sekretaris BNK Padang Zulfahmi mengatakan, saat ini orangtua masih takut-takut mengantisipasi peredaran narkoba di lingkungan keluarga.

Sebab, orangtua merasa malu jika anaknya diketahui orang banyak terjerumus pada obat-obat terlarang tersebut.
“Orangtua baru sadar dan mau membantu anaknya lepas dari jeratan narkoba, apabila anaknya telah masuk bui,” ujar Zulfahmi, yang juga Kabag Binamitra Poltabes Padang ini. Padahal, jika seorang pengidap narkoba sedang menjalani rehabilitasi di lingkungan keluarga dan rumah sakit akan mendapat perlindungan dari kepolisian. “Semua itu dibuktikan dengan keterangan dari dokter yang menanganinnya. Dalam UU No 5 tahun 1997 golongan psikotropika golongan 2 dan 4 dapat digunakan untuk kesehatan berdasarkan ketentuan dokter. Sedangkan psikotropika golongan 1 jelas terlarang di Indonesia.

Jika diketahui orang yang mengkonsumsi atau membawanya, maka langsung dijerat pasal 22 tahun 1997 dengan ancaman hukumannya minimal lima tahun,” terangnya. Ketua BNK Padang Yusman Kasim mengatakan narkoba kini sudah menjadi musuh besar masyarakat. “Pengantisipasian narkoba ini selain melibatkan aparat, juga harus dilakukan pihak orangtua. Tanpa keberanian orang tua mengungkap semua dilakukan anaknya, maka peredaran narkoba tidak dapat diminimalisir kota ini,” tegas Yusman. (mg7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: