h1

Derita Siswa Miskin yang Lulus PMDK, Prestasi Ini Seperti Makan Buah Simalakama

Juli 3, 2008
Rabu, 02 Juli 2008
Active Image Pendaftaran ulang Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) Universitas Andalas (Unand) berlangsung hari ini (2/7). Roza Nelvita (18) lulusan MAN 1 Padang yang diterima PMDK di Jurusan Ekonomi Akuntansi Unand kelihatan bingung dan gundah mencari dana untuk pendaftaran ulang sekitar Rp3.495.000. Pasalnya, sang ayah sehari-harinya berprofesi sebagai tukang ojek.

Hari ini seluruh lulusan SLTA akan bertarung mencari peruntungan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri pilihannya. Semua calon mahasiswa itu bersaing dengan ribuan calon mahasiswa lainnya. Untuk mengikuti seleksi tersebut, calon mahasiswa itupun harus membeli formulir sekitar Rp 200 ribu. Persaingan itu sangat ketat.

Active ImageRoza Nelvita (18) (tengah) didampingi orangtua dan sahabatnya berharap bantuan donatur agar ia dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sebagian kecil lulusan SLTA itu ada mendapatkan keberuntungan dengan jalur PMDK. Sehingga tidak lagi harus bersaing dengan ribuan calon mahasiswa lainnya. Di balik itu ternyata mahasiswa yang diterima jalur ini tidak semuanya sanggup membayar uang pendaftaran di kampus tempatnya diterima.

Salah satunya Roza Nelvita. Gadis berkulit warna putih yang datang bersama sang ayah, Darwilis (46), menyambangi Padang Ekspres di ruang redaksi. Siang itu, Roza tidak banyak bicara. Tidak banyak kata-kata terlontar dari mulutnya, selain memancarkan wajah gundah memikirkan biaya uang pendaftaran masuk ke Jurusan Akuntansi di Unand lewat jalur PMDK.

Apalagi waktu pendaftaran ulang sudah hampir berada di garis finish. Sementara kedua orang tuanya belum dapat mengatakan bisa berangkat ke kampus yang berada di pinggang bukit barisan tersebut. ”Ayah tidak punya uang sebanyak itu, Pak. Beliau hanya mengojek di Siteba. Hasil pencariannya hanya untuk makan,” tutur gadis yang selalu mendapatkan rangking dua di bangku MAN 1 Padang.

Hingga siang kemarin, kegundahan kakak pertama dari empat orang bersaudara ini masih belum terjawab. Semangatnya untuk menjadi seorang akuntan masih belum padam. Sayang, cita-cita besar untuk kedua orang tua dengan mambangkik batang tarandam itu harus menghadapi sekelumit rintangan. Jangankan untuk membayar uang pendaftaran, untuk ongkos pergi keUnand saja Roza masih mencari pinjaman ke tetangga sekitar.

Sebelumnya Roza bersama sang ayah, Darwilis, sudah mencoba mencari bantuan ke Balai Kota Padang untuk mencari bantuan pendaftaran PMDK tersebut. Akan tetapi saat  datang di kantor Balai Kota, ia mendapatkan jawaban yang tidak diharapkan. “Pendaftaran untuk minta bantuan sudah tutup di sana, Pak,” ungkapnya penuh kecewa.

Darwilis, untuk anak sulung menghadang masa depan di Unand ini, ia sudah berusaha tujuh keliling. Selain Roza, ia juga harus mencarikan dana masuk sekolah dua orang adik Roza. Keduanya akan masuk ke SMK dan SMP. “Saya hanya punya uang Rp1 juta. Itupun untuk biaya masuk sekolah kedua adik Roza,” katanya penuh kebimbangan.

Kini, Darwilis laksana menghadapi buah simalakama. Jika diselamatkan Roza, dua orang adiknya akan putus sekolah. Uang sejumlah itupun belum bisa menjamin  putri sulungnya menyandang jaket almamater warna hijau tersebut. Sebab jumlah uangnya sekitar Rp3,5 juta. Sebaliknya uang sejumlah Rp1 juta diperkiran belum juga mencukupi biaya masuk sekolah kedua adik Roza.

“Baa awak ka manyakolahan anak ko, Pak. Pitih hanyo sajuta. Inyo batigo ka malanjuik an sakola. Apa dayo, pak. Alah dicari pinjaman suok kida, tapi indak juo dapek. Alah abih aka awak mancari solusi supaya nan gadang ko dapek mambangkik batang tarandam, Pak” keluhnya tulus. (ilham safutra)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: