h1

Listrik Hidup Mati, Rumah Terbakar

Juli 12, 2008
Sabtu, 05 Juli 2008
Padang, Padek— Aksi pemadaman listrik secara bergilir, ternyata diduga kembali berdampak kebakaran di tengah masyarakat. Kali ini, si jago merah melalap satu unit rumah beserta sepeda motor di kawasan Jl Teknologi IV No 2 Siteba Jumat dini hari (4/7). Beruntung peristiwa naas yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB itu tidak menghilangkan nyawa sipenghuni rumahnya.

Sebelumnya, kebakaran yang sama juga terjadi Jorong Talago Nagari Guguk Kecematan Gunung Talang Kabupaten Solok pada Jumat malam (27/6). Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Akibatnya korban, Lismawati (45), kehilangan tiga petak rumahnya dengan kerugian sekitar Rp30 juta. Kebakaran itu karena korban menggunakan lilin sebagai alat penerangan.

Peristiwa itu bermula dari pemadaman bergilir di kawasan Siteba sekitar pukul 10.00 WIB.  Termasuk rumah yang dihuni Joni Putra (40). Lama menunggu listrik kembali menyala, akhirnya Joni dan keluarga memutuskan untuk tidur. “Biarlah listrik ini mati, besok pagi akan nyala lagi. Makanya kami saat itu tidur,” kata Joni menceritakan kronologi kejadian kepada petugas pemadam kebakaran pada malam itu.

Karena pemadaman itu, lanjut Joni, ia membuka sebagian colokan listrik rumahnya. “Saat listrik kembali hidup, listrik sempat mengalami tengangan tinggi,” sambung beberapa orang warga.Berapa saat kemudian terdengar suara letupan di salah satu kabel dari rumah bagian dapur. Tidak berselang lama, bunyi letupan itu menyemburkan api besar di salah satu bagian dinding dapur yang beralamat di Jl Teknologi IV No 2 Siteba.
Joni terjengkang.

Ia berusaha keras memadamkan api. Sayangnya, si jago merah tidak kalah cepat. Pria 40 tahun ini bersama warga berusaha mengevakuasi sebagian isi rumah, namun sepeda motor jenis astrea Prima miliknya tidak berhasil diselamatkan. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran dari Dinas Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Banjir dan Bencana (DKS-PBB) Kota Padang juga berusaha memadamkan kegilaan si jago merah.

Apa dinyana, kekuatan tujuh armada itu hanya berhasil menyelamatkan isi rumah bagian depan. Sedangkan bagian dapur dan sepeda motor di dalamnya terpaksa direlakan mengabu. Kabid Pemadaman Kebakaran dan Penanggulangan Banjir dan Bencana (DKS-PBB) Ardisyaf saat dihubungi Padang Ekspres mengatakan kebakaran malam itu diduga dari konsleting aliran listrik. Kerugian akibat kejadian itu ditaksir sekitar Rp20 jutaan.  (mg7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: