h1

6 Kebakaran Warnai Pemadaman Listrik

Juli 30, 2008
Selasa, 08 Juli 2008
Padang, Padek-– Selama pemadaman listirk bergilir berlangsungnya di Kota Padang sejak Mei 2008 lalu, berimbas dengan munculnya berbagai insiden, kendati tidak berhubungan secara langsung. Selain alat elektronik banyak rusak, usaha kegiatan perekonomian pun terganggu, tindakan kriminal dan kebakaran disebabkan mati lampu juga terjadi.

Saat Padang Ekspres mendatangi markas komando Pemadaman Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (PKPB) di Dinas Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Bencana (DKS-PB) Kota Padang, hingga kemarin, setidaknya telah terjadi enam kebakaran yang disebabkan lampu mati.

Kebakaran itu dipicu penggunakan alat penerangan alternatif saat lampu padam. Pada umumnya alat penerangan yang digunakan berupa lilin, lampu minyak dan juga pengaruh naiknya spaning listirk. Akibat dari keselururan kebakaran itu, masyarakat mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Awak rangkaian kebakaran terjadi pada Jumat (6/6) sekitar pukul 13.40 WIB di gedung Bapedalda  Sumbar. Sehari setelah itu, sekitar pukul 12.15 WIB,  kejadian serupa juga dialami warga  perumahan di kawasan Alai Parak Kopi.

Dua minggu berikutnya kebakaran terjadi di rumah warga, Jl Makasar Gates Kelurahan Gaung Kecamatan Lubuk Begalung, ludes dilalap si jago merah Jumat dini hari (20/6). Kemudian  (24/6) sekitar pukul 12.15 WIB, kebakaran akibat pemadaman bergilir dari konsleting listrik juga terjadi pada salah satu Lembaga kursus bahasa Asing di Jl A Yani.

Sedangkan Juli ini, kebakaran akibat naiknya spaning saat lampu hidup mati, terjadi di salah satu rumah di kawasan Jl Teknologi  Siteba Padang. Perisitiwa itu berlangsung Jumat (4/7) dini hari sekitar pukul 00.18 WIB. Terakhir kebakaran akibat lilin saat pemadaman bergilir di rumah makan di Kompleks UNP Minggu malam lalu (6/7).

Kepala DKS-PB Kota Padang melalui Kabid PKPB Ardisyaf mengatakan kebakaran selama pemadaman bergilir disebabkan warga menggunakan alat penerangan alternatif. Di antaranya berupa lilin, dan lampu minyak. “Sebetulnya hal ini bukan suatu yang baru. Hanya saja saat pemadaman bergilir itu terjadi masyarakat selalu lalai, lengah, lupa (3L),” kata Ardisyaf.

Ditambahkannya, pemakaian lilin atau lampu minyak dulunya juga sering dilakukan orang. Hanya saja, saat itu masyarkat lebih cenderung lebih hati-hati. “Saat ini warga kita agak lengah dalam penggunaan alat penerangan itu.  Mereka saat tidur lupa mematikan lilin dan lampu tersebut. Sehingga tanpa sadar, lilin sudah meleleh di bagian benda yang mudah terbakar.   Begitu juga lampu minyak itu meledak menyambar benda empuh oleh si jago merah,” terang Ardi syaf.

Disarankan Ardi, masyarakat saat lampu padam di malam hari jangan lengah menggunakan alat penerangan alternatif. Selain itu, khusus pemakaian lilin mesti menggunakan benda pelindung. Supaya lilin tidak jatuh dan menimpa benda-benda makan api.

Tempat terpisah Kapoltabes Padang melalui Kasatreskrim Kompol Hendri Budiman didampingi Wakasatreskrim AKP Hasanuddin mengatakan, tidak semua kebakaran akhir-akhir ini disebabkan pemadaman begilir. “Ada juga kebakaran itu disebabkan ulah manusianya dan ada pula disebabkan alat penerangan alternatif,” kata AKP Hasanuddin.

Akan tetapi saat kebakaran pada lampu mati, tambah, Hasanudin, pada umumnya disebabkan pemadaman tersebut. Seperti halnya penggunaan alat penerangan alternatif, dan spaning tegangan listrik yang tidak terkontrol.   (mg7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: