h1

Kota Sehat Belum Tercapai

Agustus 11, 2008
Kamis, 03 Juli 2008
Padang, Padek— Obsesi Pemko Padang mewujudkan Kota Padang Kota sehat 2010 hingga kini masih dalam bentuk lips servis. Pasalnya sembilan tatanan indikator masyarakat sehat hingga sekarang masih belum dapat terpenuhi. Saat ini dua indikator yang belum tercapai itu kawasan pertambangan sehat, dan kawasan industri perkantoran sehat.

Kondisi seperti itu belum sepenuhnya dirasakan masyarakat yang tinggal di kawasan Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki) hingga saat kini atas aktivitas pabrik PT Semen Padang. Ketua Forum Kota Sehat Padang Rukhayah Anwar saat berada di Kantor Camat Luki pada pembentukan pengurus Forum Kecamatan Sehat Luki mengatakan, sejak keberadaaan Forum Kota Sehat di Padang, indikator dari kota sehat itu dilihat dari tatanan kesehatan.

Dari sembilan tatanan yang ada, masih ada dua indikator yang belum tercapai yaitu indikator kawasan pertambangan sehat, dan kawasan industri perkantoran sehat. “Tidak dapat dipungkiri hingga hari ini masih banyak warga belum merasakan program kota sehat tersebut, seperti yang terjadi di Luki.

Pada hal capaian utama dari program kota sehat adalah menciptakan kondisi yang bersih, baik itu menyangkut udara, air atau limbah lainnya,” akunya. Ditambahkan Rukhayah, sejak tahun 2003 hingga 2007 Kota Padang baru bisa meraih penghargaan pada Kota Sehat tingkat nasional pada peringkat ketiga tahun 2003 dalam kategori Swastisaba Padapa.

Kemudian di tahun 2005 mendapat juara kedua di bidang Swastisaba Werda, dan peringkat kedua Swastisaba Wistara tahun 2007. “Pewujudan kota sehat dimulai dari level keluarga, kelurahan, kecamatan hingga kota. Untuk itu di setiap kelurahan mersti terdapat Forum Kelurahan Sehat.

Dari sini baru segala progam kota sehat di Padang dapat dicapai,” terang Sekretaris GAN Kota Padang ini .
Di tempat yang sama, Camat Luki Nasril, usai pembukaan pembentukan pengurus Forum Kecamatan Sehat Kecamtan Luki mengatakan mewujudkan kota sehat harus dimulai dari bawah. ”Semuanya tidak mesti melihat dari fisiknya. Akan tetapi diwujudkan dari rohani. Jika rohani kita telah sehat, baru masyarakat dapat mewujudkan sehat di sektor fisik,” jelasnya. (mg7)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: