h1

Lima Bulan Ditahan

Agustus 11, 2008
Sabtu, 26 Juli 2008

Amir Sampuraga (pakai peci) dikunjungi Agus Taher (kanan) di LP Kelas II B Pasir Pangaraian, Kabupaten Rohul, Riau, Kamis (24/7). Selain berjuang pedihnya hukuman di penjara, Amir juga harus berjuang menghadapi penyakit gula yang dideritanya. [ilham safutra/padek]

Rokan Hulu, Padek— Pencipta dan penyanyi Minang kondang era 1970-an, Amir Sampuraga (60) yang kini ditahan di LP Kelas II B Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau, Kamis (24/7), dikunjungi rekan-rekannya.
Yakni, pencipta lagu Minang Agus Taher, penyanyi Minang An Roys juga didampingi Pemimpin Redaksi Padang TV (grup Padang Ekspres) Firdaus.  ”Ditahannya Bang Amir membuat kalangan seniman musik Minang sedih. Rekan-rekan yang lain sebetulnya banyak ingin melihat kondisi Bang Amir.

Tapi mereka memiliki kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Saat ini, saya berdua An Roys saja dahulu mengunjunginya,” kata rekan Amir, Agus Taher didampingi An Roys. Dalam kunjungan kemarin, Agus Taher berpesan agar Amir tegar menjalani hukuman tersebut. ”Kita dari kalangan seniman Sumbar akan berjuang mencarikan upaya hukum untuk kebebasan Amir,” ungkapnya.

Diceritakan Amir, dirinya ditangkap jajaran Polres Rohul, Senin (11/2) lalu. Saat itu, Amir menjadi bintang tamu hiburan KIM (pantun dan lagu, red) pada acara launching Kafe Bunglon di Kecamatan Ujung Batu Rohul. Saat itu, Kafe Bunglon yang punya gawe acara, belum mengantongi surat izin keramaian. Akibatnya pemilik kafe Yosephendri (28) serta Amir dan tiga orang temannya digiring ke Mapolres Rohul.

Amir dalam hal ini dimintai keterangannya sebagai saksi oleh pihak kepolisian. Namun setelah 15 hari ditahan di sel Polres Rohul, Amir Cs ikut menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Rohul. Hingga akhirnya, ia mendapat hukuman selama satu tahun. Kini, hukuman tersebut telah dijalani selama lima bulan.

”Saya bersama teman-teman tidak mendapat advokasi saat penyelesaian kasus itu. Sebelum pementasan, pemilik kafe Bunglon Yosephendri mengatakan sudah mengantongi surat izin keramaian. Tapi pada hari ke-11 aktivitas kami dihentikan akibat ketiadaan surat penting tersebut,” tutur Amir.

Selama mendekam di LP Pasir Pangaraian, selain berjuang pedihnya hukuman penjara, Amir pun harus berjuang menghadapi penyakit gula dan diabetesnya meningkat. ”Kadar gula saya naik,” akunya dengan mata berkaca-kaca.  Amir pun mendapat perawatan beberapa kali di RSUD Rohul. Kini ia pun berada di ruangan tahanan khusus penghuni yang sedang sakit keras. Selama di ruangan itu, ayah lima orang anak ini mendapat perhatian.

Selama lima bulan mendekam di LP, Amir berhasil menciptakan dua lagu berjudul “Air Mata Penjara” dan “Hancur’. ”Terus berkarya, bang Amir. Dulu Buya Hamka dalam penjara berhasil menciptakan Tafsir Al Azhar. Kini bang Amir mesti bisa menciptakan puluhan lagu minang ataupun berbahasa Indonesia. Seni tidak pernah terhukum,” pesan Agus Taher.

Hal senada juga dikatakan Kasubssi Perawatan LP Kisman Daulay mengatakan Amir selama dalam sel mendapat penyakit diabetes dan gula. “Diabetes itu sebetulnya telah diidapnya. Hanya saja faktor stres, penyakit itu semakin kambuh,” terang Kisman.

Ditambahkannya, Amir selama dalam sel menunjukan sikap dan tingkah laku yang baik.  ”Ia memberikan hiburan dan spirit pada penghuni LP lainnya agar tegar menjalani hukuman,” pungkasnya. (mg7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: