h1

Melirik Kondisi Andre, Remaja Korban Penganiayaan Luka Bakar Itu Pupuskan Harapan Andre…

Agustus 11, 2008
Selasa, 15 Juli 2008
Sample Image Duka mendalam, tersirat jelas di wajah Andre (13), korban penganiayaan dengan membakar tubuh, yang dilakukan sepupunya sendiri setahun yang lalu. Bukan masa depan dan cita-citanya saja yang terancam pupus, namun trauma akan kejadian tersebut, tampaknya akan membayangi sisa umur Andre.

Andre (13), anak ketiga dari pasangan Upik (46) dengan Ali (50). Terlahir sebagai anak yang cerdas dan menurut pada orangtua, Andre sangat disayangi oleh keluarga, namun siapa sangka kejadian pada 9 September 2007 lalu, di Lakitan Lubuk Begalung, Kabupaten Pesisir Selatan, membuat Andre terbujur tak berdaya di salah satu bangsal RSUP DR M Djamil.

“Gatal, mak…” erangannya lirih, dan sudah menjadi bahasa sehari-hari Andre saat mendapati bagian tubuhnya yang sudah keriput akibat terbakar, gatal dan mengelupas. Ungkapan itu hanya dijawab sang bunda dengan gumaman terbata-bata yang tidak jelas artinya. “Dan dengan telaten, Upik pun membelai Andre dan menghiburnya. “Sabar nak,” ujarnya dengan uraian tangis.

Di sela tangisnya, Upik bertutur kejadian yang menimpa anaknya ini, berawal dari api cemburu sepupu perempuan Andre, yang tak disebutkan namanya terhadap kakak Andre, Refni (19), yang menikah dengan pacar sang sepupu. Sehingga selang 19 hari usai pernikahan Refni, sang sepupupun murka dan diam-diam, satu dirigen bensinpun disiramkannya ke tubuh Refni yang tertidur pulas.

“Mendengar kakak keduanya berteriak kesakitan akibat dibakar, Andrepun berlari menyelamatkan Refni, namun malangnya, Refni tak tertolong, dan Andre malah ikut terbakar,” ungkap Upik, yang sejak beberapa bulan lalu menunggui Andre, pasca menjalani operasi plastik.

Malang keluarga Upik memang beruntun. Usai di tinggal Refni, keuangan keluargapun terkuras untuk mengobati luka Andre. Belum lagi pendidikan Andre terpaksa terhenti, karena kondisinya yang sudah tak seperti anak-anak normal lainnya, dengan beberapa bagian badan yang keriput, serta rentan mengelupas dan berdarah.Sample Image

“Ia baru saja menjalani operasi plastik di bagian wajah. Sedangkan di bagian tubuh lainnya belum dilaksanakan. Kata dokter harus menunggu waktu dulu,” terang Upik yang penuh setia menemani sang buah hati di ruangan bangsal bedah anak. Padahal seharusnya, Andre bisa riang gembira menjalani pendidikan di bangku SMP, namun sayang, hal itu tinggal kenangan saja.

Upik mengaku, sudah hampir sebulan di sini dan tak ada uang yang bersisa untuk biaya hidup selama perawatan Andre. Hingga sekarang uang kami sudah habis sebanyak Rp1,5 juta.

Luka Bakar : Andre terbujur di atas tempat tidur salah satu bangsal di RSUP DR M Djamil. Dirinya menderita luka bakar di tubuhnya saat berusaha menolong kakanya Refni yang dibakar sepupunya.

Uang tersebut tambah istri Ali ini, didapatkan dari hasil sumbangan warga sekitar sewaktu Andre dibawa ke pasar meminta-minta sumbangan. “Kini tidak ada lagi uang kami. Bahkan surat keterangan miskin pun sudah kedaluarsa. Jika tidak dengan surat itu, kami akan kena biaya hingga jutaan rupiah,” tutupnya sambil menyeka air matanya. (ilham safutra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: