h1

Pengosongan Fujiyama Ricuh, Korban Mengaku Dikeroyok dan Diancam

Agustus 15, 2008
Jumat, 15 Agustus 2008
Padang, Padek— Hendak mengosongkan tanah di lahan milik Pemerintah Kota (Pemko) Padang, tepatnya Jalan Hiligoo No 65 Padang, Andi (23), anak bos Fujiyama Foto sempat dipukul oknum guru SMK 9 Padang “SS” Cs, kemarin siang. Akibatnya korban mengalami shock berat dan melaporkan “SS” ke Poltabes Padang.

Ketika ditemui Padang Ekspres di Mapoltabes Padang, Andy, laki-laki muda ini terlihat shock dan lemas. “Kerah baju saya ditarik “SS” dan kepala saya dipukulinya. Saya tidak berani melawan, karena “SS” ramai dengan rekannya. Sedangkan rekan “SS” membabi buta merusak barang-barang yang hendak dikemasi dari tanah tersebut,” aku Andi.

Dikatakan Andy, di tangan pelaku terdapat rantai, kayu, bahkan golok. ”Hal itu membuat saya ketakutan. Selain itu, rekannya yang lain pun merusak barang-barang yang baru saja dikemasi untuk dikeluarkan dari tanah di jalan Hiligoo No 63. Saya mencoba melarang mereka untuk tidak merusak. Namun larangan saya tidak ditanggapi, malahan mereka semakin membabi buta memporak-porandakan barang milik saya. Saya nyaris dipukuli rame-rame oleh ”SS” Cs,” tambah Andi pada petugas di ruang SPK Poltabes Padang.

Insiden itu berawal dari surat yang dikirim Sekretariat Daerah Padang pada Fujiyama Foto untuk mengosongkan tanah di Jalan Hiligoo No 65 Padang. Tanah tersebut sebelumnya dipinjampakaikan oleh Pemko Padang pada Fujiyama. Pada Senin lalu (11/8), Pemko Padang meminta Fujiyama mengosongkan lahan itu yang digunakan untuk pengembangan bangunan sekolah SMK 9 Padang. Tenggat waktu pengosongan dari 11 Agustus hingga 18 Agustus.

Ternyata, kemarin (14/8), saat proses pengosongan berlangsung, tiba-tiba datang segerombolan laki-laki bergaya preman. Salah seorang dalam gerombolan itu terlihat “SS”, oknum guru SMK 9 Padang. Ketika itu, korban hanya menduga kedatangan “SS” Cs bersama rekannya hanya sekadar memantau pengosongan bangunan. Namun tanpa ba-bi-bu, korban dicecar dengan kata-kata kotor oleh “SS”. Korban tak merespons, sehingga ”SS” naik pitam. “Tindakan “SS” pada saya merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya dua bulan lalu dan minggu kemarin. Ia merasa tanah itu miliknya. Padahal tanah itu milik Pemko untuk pengembangan SMK 9 Padang. Saya tidak tahu maksud sebenarnya kedatangan “SS”,” keluh Andi.

Tidak senang dengan hal itu, korban melaporkan pelaku ke Poltabes Padang. Perlakuan “SS” pada korban tercatat dalam laporan polisi No Pol: /1572/K/VIII/2008-Tabes.  Sementara itu, Kapoltabes Padang melalui Ka SPK Shif ”B” Ipda Anindhita Rizal membenarkan adanya peristiwa keributan tersebut.

”Kita baru menerima laporan dari korban. Untuk pengembangan selanjutnya kita akan proses lebih lanjut bagaimana motif kejadian sebenarnya. Sedangkan hingga saat ini kita belum menentukan siapa tersangkanya,” terang Anindhita. Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang Nur Amin yang dihubungi Padang Ekspres pukul 20.30 WIB menyatakan membantah insiden tersebut.

“Saya berada di tempat kejadian bersama Sat Pol PP dan BPN, guna mengukur tanah milik Pemko yang akan dijadikan untuk pengembangan SMK 9 Padang. Selama saya berada di sana tidak ada kejadian yang memicu keributan. Entah peristiwa itu terjadi setelah saya tidak berada di tempat, itu yang tidak saya ketahui” aku Nur Amin. Dikatakan Nur Amin, tidak mungkin seorang guru yang memiliki jabatan penting di sekolah melakukan hal bodoh dengan mengeroyok seorang warga.  (ilham safutra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: