h1

September Pemadaman Berakhir

Agustus 15, 2008

Sabtu, 09 Agustus 2008
Irman: Hasil Pertemuan DPD dan PLN

Sample Image Pemadaman Listrik: Wakil Ketua DPD RI Irman Gusman (tengah), didampingi Pimpinan Umum Padang Ekspres St Zaili Asril (kanan) dan Pemred Padang TV Firdaus, ketika berdiskusi dengan awak redaksi di Carano Room, kemarin. Menurutnya, pemadaman listrik bergilir akan berakhir September mendatang.
Padang, Padek— Masih berlangsungnya pemadaman bergilir di Sumbar, membuat masyarakat semakin dirugikan.
Pasalnya beberapa waktu lalu PLN telah mengumumkan pemadaman bergilir akan berakhir di awal Agustus 2008. Akan tetapi, pemadaman tersebut masih dirasakan masyarakat Sumbar hingga saat ini. Bahkan pemadaman terjadi sampai tiga kali dalam sehari.

Wakil Ketua DPD RI Irman Gusman saat berkunjung ke Padang Ekspres kemarin kembali menyikapi persoalan tersebut dan meminta PT PLN untuk memastikan, kapan pemadaman bergilir berakhir. ”Berdasarkan pertemuan DPD RI dengan jajaran PLN, pemadaman bergilir bisa dipastikan tidak terjadi lagi di awal September. Hal itu terkait dengan proses penyelesaian perbaikan pembangkit di PLTA Singkarak,” kata Irman.

Artinya, September mendatang tidak lagi terjadi pemadaman. Diperkirakan pekerjaan itu telah selesai. ”Kita berharap dapat menunggu dengan tenang atas permasalahan ini. DPD RI telah berusaha melakukan banyak upaya, agar pemadaman tidak lagi terjadi,” harap Irman.

Dalam pertemuan di Padang Ekspres kemarin, Irman Gusman disambut Pimpinan Umum Padang Ekspres St Zaili Asril didampingi Pemimpin Redaksi Padang TV Firdaus, Wakil Pimpinan Perusahaan Rita Guzveniza, Wakil Pemimpin Redaksi Padang Ekspres Two Efly dan beberapa awak Padang Ekspres Group lainnya.

Selain membahas permasalahan listrik, senator asal Sumbar itu juga menyinggung soal masuknya sejumlah kader partai ke bursa bakal calon (balon) anggota DPD RI. Menurutnya, kehadiran DPD dalam pentas politik atas dasar Undang-Undang, untuk mengakomodir aspirasi rakyat di daerah yang tidak tersalurkan dengan baik lewat wakil rakyat di partai politik. ”Kondisi saat ini, DPD RI mulai dilirik orang-orang parpol yang tidak bisa lagi maju dalam pentas Pemilu 2009 dari partai. Ini disebabkan ketentuan partai terkait. Akan tetapi, tindakan tersebut membuat rakyat jadi bingung,” terangnya.

Untuk itu, Irman menyarankan agar balon anggota DPD RI di Pemilu 2009 nanti yang berasal dari kader parpol menanggalkan statusnya sebagai kader partai tersebut. Sebab, fungsi DPD RI sebagai senator belum penuh.

”Jika DPD RI disisipi orang-orang dari parpol, maka perjuangan DPD RI tidak lagi murni untuk rakyat. Bisa saja mereka menitipkan aspirasi parpol,” tegasnya. Terkait dengan itu, lanjut Irman, hingga tahun ini DPD RI telah menghasilkan 147 produk. Produk itu berupa RUU, rancangan inisiatif, pandangan, dan pendapat DPD terhadap jalannya pemerintah.

Tentang kewenangan DPD RI yang saat ini masih terbatas, Irman mengakuinya. ”Hingga saat ini DPD RI belum bisa ikut memutuskan kebijakan bersama DPR. DPD RI hanya sekadar inisiatif dalam membuat sebuah rancangan kebijakan seperti Undang-Undang. Sedangkan memutuskan kebijakan itu DPD RI tidak bisa campur tangan. DPD RI berharap beberapa RUU dari produk DPD sesuai misi DPD, meskipun yang memutuskan DPR,” harapnya. (ilham safutra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: