h1

Sosialisasi UU Pers dan KEJ, Hindari Wartawan Tanpa Media

Agustus 15, 2008
Kamis, 14 Agustus 2008

Peran media sebagai penyebar informasi dan merubah opini publik tidak dipungkiri. Namun, di balik itu wartawan dan objek pemberitaan seperti pemerintah dan masyarakat harus memahami UU No 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sehingga tidak memunculkan perbedaan pemahaman dan memunculkan wartawan tanpa media. Pers yang berlandaskan KEJ akan mampu menyajikan pemberitaan yang seimbang, menarik tanpa memojokkan oknum dan lembaga tertentu.

Demikian disampaikan Bupati Pasbar H Syahiran saat mengadakan sosialisasi UU No 40 tahun 1999 tentang pers dan KEJ bekerjasama dengan Dewan Kehormatan Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (DKP-PWI) cabang Sumbar, Senin (11/8).

Dewasa ini, kata Syahiran peran media sangat penting sebagai penyebar informasi yang menyebar ke seluruh pelosok negeri ini. Tanpa adanya media, baik cetak, elektonik maupun melalui internet, maka semua informasi yang ada tidak akan diketahui masyarakat.

Media dengan komponennya wartawan dituntut untuk mampu menyajikan pemberitaan yang menarik, seimbang dan tidak merugikan pihak tertentu. Dengan berpedoman kepada UU No 40 tahun 1999 tentang Pers dan KEJ, maka wartawan akan terhindar dari pemberitaan yang merugikan dan berat sebelah.

Pers yang bebas dan independen tidak akan berpihak kepada siapapun, tapi akan menyajikan pemberitaan yang seimbang. “Wartawan harus mampu menjalin kerja sama dengan seluruh pihak dan mampu menyajikan berita yang seimbang,” kata Syahiran.

Dalam pemberitaan yang disajikan, tidak harus berita kasus dan mencari kesalahanan-kesalahan seseorang, tapi banyak sisi lain yang bisa dijadikan bahan berita. Meskipun berita kasus, harus mampu disajikan dengan seimbang dan melakukan konfirmasi kepada kedua belah pihak.

Selain itu, kaitanya dengan pemerintah daerah adalah akan mampu mengekspos pembangunan-pembangunan dan program-program yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.

Khusus kepada wartawan, harus mampu menjaga sikap dan mampu menyajikan berita yang berimbang dan tidak memihak. Selain itu, bagi objek pemberitaan, tidak diperbolehkan menghalang-halangi wartawan yang menginginkan data dan wawancara.

Keberadaan media sangat dibutuhkan untuk menyebarkan informasi, baik bidang hukum, pertanian, pembangunan, politik dan sebagainya. “Tanpa media, informasi tidak akan kita peroleh,” ujar Syahiran.

Di Pasbar sendiri kata Syahiran, saat ini juga telah membentuk 9 tim penerangan yang disebar di 19 kenagarian yang ada di Pasbar. Pembentukan 19 tim ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi, isu dan fenomena yang terjadi pada tingkat kenagarian. Jika ada informasi dan fenomena yang terjadi, maka akan langsung dilaporkan ke kecamatan dan kebupaten dan nantinya akan mampu dikembangkan di media yang ada.

“Pada tingkat bawah tentunya juga berusaha mengumpulkan data dan informasi yang seimbang dan nantinya disesuaikan dengan KEJ. Keberadaan pers dengan KEJ harus dipahami secara bersama dan tidak merugikan pihak manapun. Hal ini tentunya tidak akan melahirkan wartawan-wartawan tanpa media,” tutup Syahiran. (Ilham safutra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: