h1

Jadikan Koruptor ”Orang Rantai”

Agustus 30, 2008

HEADLINE NEWS

Jumat, 15 Agustus 2008

Padang, Padek— Kasus korupsi masih menjadi persoalan krusial dihadapi negeri ini. Walaupun pemerintah sudah berupaya meminimalisir terjadinya tindakan tersebut, namun tetap saja belum memberikan efek jera. Tak salahlah kiranya Dewan Harian Daerah (DHD) 45, H Meizar mengusulkan para koruptor mestinya diperlakukan seperti orang rantai. Artinya tak hanya dikenakan baju khusus koruptor seperti yang diwacanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tapi lebih daripada itu.

”Sudah 63 tahun kita merdeka, namun praktik korupsi semakin marak. Sudah sepantasnya para koruptor dihukum berat, bukan diperlakukan enak seperti saat ini. Bayangkan ada koruptor yang diperlakukan enak di penjara, bebas menelepon dan lain sebagainya,” ujar Meizar kepada Padang Ekspres, Selasa (13/8).

Sebelumnya, KPK berencana mengenakan baju khusus koruptor kepada tersangka kasus korupsi. Pemakaian baju tersebut bertujuan untuk menimbulkan malu dan efek jera bagi siapa pun yang berbuat korupsi. Meizar menceritakan, di zaman Belanda para bandit atau penjahat dirantai dan dikenakan pakaian belacu.

Di Sumbar, Kota Sawahlunto merupakan salah satu tempat pembuangan orang rantai. Mereka dipekerjakan di lokasi-lokasi tambang. ”Ini barangkali juga pantas kita lakukan terhadap para koruptor yang sudah banyak menyengsarakan rakyat,” ujar anggota Permindo itu dengan nada meninggi.

Menyoal kondisi bangsa saat ini, Meizar tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. ”Para pemimpin kita banyak yang munafik, hari ini berjanji, besok melupakan janjinya kepada rakyat. Di depan publik, mereka menyerukan kebaikan, namun di belakang mereka justru melakukan kemungkaran. Meski pemberantasan korupsi mengencang, namun perilaku korupsi tidak berkurang,” ungkap rekan mantan Gubernur Sumbar Azwar Anas ini. (mg7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: