h1

Jembatan Caroline Dibongkar, 22 KK Terancam Terisolir

Agustus 30, 2008
Kamis, 21 Agustus 2008
Sample ImagePadang, Padek— Pembongkaran jembatan bely yang menjadi penghubung antar bekas pabrik PT Rimba Sunkyong dengan jalan utama Padang-Painan, oleh Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) II Kodam Bukit Barisan (BB) Payakumbuh,

disesali sejumlah warga setempat. Pasalnya pembongkaran yang dilakukan Rabu siang kemarin itu, membuat 22 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di sekitar kawasan pabrik terancam terisolasi. Informasi yang dirangkum Padang Ekspres menyebutkan, warga sempat meminta anggota Denzipur agar menunda pembongkaran hingga awal Ramadhan. Mengingat jembatan tersebut merupakan akses transportasi satu-satunya bagi warga di lokasi itu untuk menuju jalan raya utama.

Permintaan warga itu, ternyata tidak menyurutkan sikap para anggota dari II Kodam Bukit Barisan (BB) Payakumbuh untuk tetap melakukan pembongkaran jembatan bely tersebut. Koordinator pelaksana teknis pembongkaran jembatan, Peltu Adnan Hamid mengatakan, jembatan itu milik Denzipur II Kodam BB. Dulunya disewakan kepada PT Rimba Sunkyong Padang. Sejak perusahaan kayu itu bangkrut 2004 lalu, PT Sunkyong tidak lagi membayar biaya sewa.

“Kita sebagai pelaksana hanya menjalankan tugas perintah atasan. Lagian, kini kondisi jembatan ini sudah rawan dan tidak memungkinkan digunakan untuk pelintasan. Hal ini sangat membahayakan bagi penggunanya. Sebelum timbulnya korban, makanya kita bongkar jembatan ini. Sebab tidak ada lagi yang merawatnya,” terang Adnan Hamid serambi menjelaskan kalau jembatan ini masih bisa digunakan untuk pejalan kaki saja.Sample Image

Jasmaneti (30), warga setempat mengaku sebelum pembongkaran, ia bersama beberapa warga lainnya sudah meminta pihak Denzipur II agar menunda pembongkaran. Dia beralasan, jembatan ini merupakan satu-satunya akses warga untuk keluar masuk ke kawasan bekas pabrik.

Dibongkar : Jembatan bely sedang dibongkar personil Denzipur II Kodam I Bukit Barisan Payakumbuh. Saat pembongkaran, barang-barang milik warga dibawa keluar dari kawasan perumahan Sunkyong.

Inas (52) juga bertutur hal yang sama. Dikatakannya jembatan tersebut tempat berjalannya anak-anak pergi sekolah. “Kemana mereka akan berjalan pergi sekolah lagi, pak,” ungkapnya dengan menyesal.

Camat Bungus Teluk Kabung Syafrudin didampingi Ketua RT 04 RW 02 Kelurahan Bungus Selatan Ahmad Gempur mengaku tidak dapat berbuat banyak dengan dibongkarnya jembatan itu. Diakuinya, ia telah mendapat surat pemberitahuan dari Denzipur II seputar pembongkar tersebut.

Ahmad Gempur mengatakan, di kawasan itu terdapat satu RT dengan 22 KK, 80-an jiwa, satu gedung sekolah taman kanak-kanak dan masjid. Dengan pembongkaran jembatan itu, jelas berdampak pada masyarakat di kawasan itu. “Kami berharap, Pemko Padang mau menyikapi kondisi ini,” harap Ahmad. (Ilham safutra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: