h1

Lukisan Beludru Diminati Perantau

Agustus 30, 2008
Jumat, 15 Agustus 2008
Padang, Padek— Pelaksanaan Padang Fair 2008 yang dilakukan Pemko Padang tidak hanya untuk mendongkrak nilai perekonomian saja, ternyata iven tahunan ini juga bisa mengobati kerinduan rang Minang di perantauan. Ini bisa dilihat dari keberadaan stand lukis beludru yang menyedot pengunjung terlebih dari para perantau
Stand yang menjual sejumlah lukis beludru karya Iwan (42), berada di sekitar stand yang diperuntukkan bagi pedagang kaki lima (PKL), sejak Padang Fair dibuka selalu ramai dikunjungi.

Iwan yang merupakan pelukis jalanan ini memajang berbagai lukisan rumah adat Minangkabau hasil karyanya, dengan latar belakang suasana alam nan permai. Saat ditemui Padang Ekspres, pria ini tampak sibuk menari-narikan kuasnya di atas media kain berwarna hitam yang terbuat beludru.  Secara kasat mata, lukisan itu memantulkan serat-serat warna yang mengandung cahaya.

Sehingga gambar rumah gadang yang berada di tengah alam desa nan permai itu membuat orang yang melihatnya untuk memiliki. Pasalnya, lukisan itu berbeda dengan lukisan media lainnya. Pancaran warnanya mengandung nilai-nilai estetis tersendiri. “Lukisan ini bisa dijadikan salah satu obat kerinduan orang Minang di rantau pada kampung halamannya. Lukisan ini kerap digunakan untuk salah satu membuktikan seseorang di rantau memiliki kampung halaman yang masih indah,” tutur Iwan.

Irwan mengaku, lukisan yang dibuatnya terdiri dari beberapa ukuran yaiyu ukuran kecil (70 cm x 100cm), sedang (80 cm x 140 cm), dan besar (110 cm x 220 cm). Harga jualnya pun bervariasi, mulai dari Rp175 ribu hingga Rp800 ribu. Sejak Iwan mengikuti kemeriahan Padang Fair 2008, lukisan beludru miliknya setiap hari laku minimal satu unit. Setiap harinya Iwan mampu menyelesaikan dua lukisan dengan tema Minangkabau. “Kita khusus menciptakan gambar alam dengan corak Minangkabau,” terangnya.

Selain Padang Fair 2008, Iwan juga sering ikut serta dalam iven serupa di sejumlah tempat, seperti di Sumatera Utara, Riau, Jambi, hingga ke DKI Jakarta. Sehari-harinya Iwan menggelar lukisannya di kawasan janjang 40 Kota Bukittinggi. (mg7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: