h1

Satu Bandar, Dua Pengedar Dibekuk

Agustus 30, 2008
Kamis, 14 Agustus 2008
Padang, Padek– Upaya pengejaran jajaran Direktorat Narkoba Polda Sumbar, yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut, guna menangkap satu orang bandar dan dua pengedar sabu-sabu (SS) di tiga loksai berbeda membuahkan hasil.

Penangkapan itu berakhir, Selasa (13/8) dini hari kemarin, di salah satu hotel berbintang di Kota Padang. Selain menangkap tiga orang target operasinya (TO), masing-masing ”ES” (24), ”SS” (23), dan ”SK” (51), polisi juga mengamankan barang bukti (BB) SS delapan paket jie sabu, satu set tabung alat penghisap (Bong) dan sejumlah uang tunai hasil penjualan barang haram tersebut. Ketiga tersangka diduga berasal dari Kota Medan Sumatera Utara.

Dir Narkoba Polda Sumbar Kombes Bambang Hermanto kepada wartawan  mengatakan penangkapan ketiga tersangka itu dilakukan sejak Minggu (10/8).

”Sebelumnya, jajaran kita mendapatkan informasi adanya sindikat pengedar narkoba dari daerah lain yang akan masuk ke Sumbar. Informasi itu langsung kita kembangkan ke sejumlah kawasan. Akhirnya tahap pertama diringkus ”ES” di sekitar Jalan Samudera depan Taman Budaya, Minggu (10/8) pukul 13.00 WIB. Dari tangan ”ES” kita mendapatkan satu paket (jie) sabu yang dikemas dalam plastik,” jelas Bambang.

Bambang juga menyebutkan,  tersangka ”ES” merupakan residivis yang sudah tiga kali masuk bui. Sehingga pada saat peringkusan itu, ”SS” mendapatkan pengamanan ekstra.

Pencarian sindikat itu terus dikembangkan ke beberapa kawasan lainnya. Ternyata satu hari berikutnya, Senin (11/8) sekitar pukul 16.00 WIB, polisi menciduk ”SS” di kawasan Jalan M Yunus Anduring, Kecamatan Kuranji. Dari tangannya didapatkan tujuh paket jie sabu-sabu.

Mendapatkan BB lebih banyak dari sebelumnya, jajaran Dir Narkoba Polda Sumbar terus mengembangkan kasus tersebut. Sehingga, Rabu dini hari (12/8), sekitar pukul 05.00 WIB berhasil diringkus terangka ”SK”, yang merupakan bandar narkoba. Ia ditangkap di salah satu hotel berbintng di Kota Padang. Dari tangannya didapatkan BB satu set alat pengisap sabu dan uang tunai Rp1,5 juta.

”Uang Rp1,5 juta itu diduga kuat hasil penjualan sabu pada pengedar dan konsumennya,” jelas Bambang. Menurut pengakuan tersangka pada polisi, setiap paket sabu itu dijual seharga Rp1,5 juta. Maka nilai barang bukti tersebut sejumlah Rp12 juta,” tutur Bambang.

Sementara itu, pada saat pemeriksaan ”SK” mengaku menjalankan bisnis barang haram tersebut hanya karena ingin menyekolahkan anaknya. ”Saya hanya berprofesi sebagai mata pencaharian untuk keluarga,” tutur pria asal Medan ini.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 62 UU 5 tahun 1997 tentang psikotropika. Ancaman hukumnya minimal lima tahun. Ditegaskan Bambang, ”SK” dinyatakan sebagai bandar dan dua lainnya pengedar. ”SK” penyuplai barang tersebut,” tandasnya. (mg7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: