h1

”10 Menit Hancurkan Tempat Berteduh Kami”

Desember 7, 2008
Selasa, 18 November 2008
Wajah sedih terlihat jelas di sejumlah guratan wajah warga RW IV dan RW V Alang Laweh Koto, Kelurahan Alang Laweh. Mereka adalah korban puting beliung yang menyapu atap rumah mereka. Hanya satu yang mereka harapkan, pemerintah cepat tanggap dengan musibah ini, segera membantu mereka.

Mardia (70), salah seorang korban puting beliung, hanya duduk termangu sambil menunggu dagangan di depan rumahnya yang hanya berdinding kayu. Kesedihan tertera pada wajah dan bola matanya, melihat kondisi rumahnya tiris dan listrik rumahnay yang konslet.

“Lah 34 tahun amak mangontrak rumah ko, baru sakali ko kajadian angin puting beliung. Kajadiannyo, sakitar pukua 00.30 WIB hinggo 00.40 WIB. Waktu tu, amak rencana ka baruduak untuak sumbayang tahajud. Karano dicegah dek anak katonyo ado angin puting beliung, ndak jadi amak sumbayang do,” tutur Mardia kepada Padang Ekspres, kemarin.

Mardia mengatakan,” sajak ado paristiwa tu, amak hanyo duduak di tangga rumah manunggu hujan baranti. Sudah tu, sumbayang Subuh meski kondisi rumah tiris akibat atap rumah terbang dan listrik konslet. Kiro-kiro sia yang bisa maelokkan listrik konslet ko, nak,” tanya Mardia sambil menunggu pembeli.

Pantauan Padang Ekspres, kondisi rumah yang dikontrak Mardia dengan sewa Rp60 ribu per bulan, berdinding papan tanpa kamar dengan satu tempat tidur besi, lemari pakaian, satu kompor dengan periuk nasi, dan lemari sambal. Sementara plafon rumahnya hanya plastik terpal.

Mardia hanya mengharapkan pemerintah untuk cepat tanggap dengan musibah puting beliung ini. Tak hanya itu saja, setidaknya ada bantuan dari pemerintah. “Hanyo itu yang amak harokannyo, nak,” ujar Mardia sambil menawarkan minuman teh manis panas kepada koran ini.

Korban puting beliung lainnya, Siti Arma (70). Siti menceritakan kejadian puting beliung itu begitu cepat. Pusaran angin kencang tersebut sekitar 10 menit yang beberapa menit kemudian diiringi pemadaman listrik. “Dengan kondisi demikian, kami tak ada yang berani tidur lagi. Kami terus waspada kalau-kalau angin puting beliung kembali terjadi,” tutur Siti.

Siti mengatakan pohon nangka yang berdiri kokoh di depan rumahnya roboh dan menimpa atap teras rumahnya. Sementara, dua gerobak miliknya terselamatkan. “Alhamdulillah, peristiwa puting beliung ini tidak menelan korban. Kami hanya mengharapkan kepedulian pemerintah atas kejadian ini,” ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan tokoh masyarakat Alang Laweh Koto, Syahril BB. Syahril juga menuturkan rumahnya juga terkena puting beliung. Sekitar 10 seng bagian depan rumahnya terbang. Meski demikian, ia dan keluarga masih bertahan di rumah. (ilham safutra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: