h1

Periksa CJH, Dokter Gunakan Sarung Tangan

Desember 7, 2008

Aktivitas Tim Medik di Embarkasi

Sabtu, 08 November 2008
Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Sumbar menyediakan 10 orang dokter umum, 25 orang perawat dan belasan tenaga administrasi kesehatan di politeknik Embarkasi Haji Padang. Pekerjaan musiman sekali satahun itu selain dijalani para dokter karena tuntutan profesi juga untuk menambah amalan ibadahnya pada Sang Khalik.

Akan tetapi menunaikan dalam tugas, para dokter sebelum memastikan kondisi kesehatan JCH mereka pun menyiapkan diri. Kepala Tim Medis Embarkasi Padang dr Karsudi mengatakan dokter yang bertugas membantunya selama masa pemberangkatan dan pemulangan di embarkasi telah disiapkan dengan fisik yang baik.

“Untuk melayani 269 jamaah,  poliklinik menyediakan ruangan kesehatan yang cukup luas. Setiap pemeriksaan pasien, para dokter selalu mengenakan alat perlindungan pada tubuhnya, seperti sarung tangan, menggunakan masker. Usai menangani pasien dokter di poliklinik selalu diakhiri dengan cuci tangan,” ungkap Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Teluk Bayur, Padang ini.

Jika pasien membutuhkan penanganan dari dokter spesialis, sebut Karsudi, maka Poliklinik mengirimnya ke rumah sakit yang terdapat di Kota Padang untuk penanganan lebih intensif. Sebab dokter yang selalu stand by di embarkasi hanya dokter umum. Penyakit yang dapat ditangani hanyalah penyakit yang tidak membutuhkan penanganan khusus.

“Jika pasien yang dirujuk ke rumah sakit dapat diizinkan berangkat ke tanah suci jika dalam waktu pemberangkatan penyakitnya telah sembuh. Namun hingga setelah waktu pemberangkatan pasien belum dipastikan sembuh, maka pemberangkatan ibadah haji ditunda tahun selanjutnya,” terangnya.

Sebelum berangkat ke tanah suci, setiap jamaah rawan diserang virus penyakit diberikan vaksin maningitis dan vaksin influenza. “Kedua vaksin ini digunakan untuk mengantisipasi penularan penyakit influenza dan beberapa penyakit yang mudah menular lainnya. Tidak hanya pada jamaah, dokter yang akan mendampingi jamaah selama di tanah suci juga diberikan vaksin tersebut,” jelas Karsudi.

Bagi JCH yang baru saja sembuh dari penyakit stroke, menurut Karsudi dapat diberikan izin menuju tanah suci. “Izin yang diberikan dokter apabila, kesembuhan pasien telah sempurna dan dipastikan kondisi pasien kuat menjalani rangkaian ibadah. Jika pasien tetap ingin berangkat, maka mereka harus didampingi oleh jamaah lain yang semuhrim. Pendampingan itu dilakukan untuk memperlancar jamaah mengikuti seluruh rangkaian haji yang dijalaninya,” tegasnya.

Di tanah suci setiap klolter didampingi satu orang dokter dan dua tim para medis. Jumlah itu menurut Karsudi, jumlah yang kurang sebanding. Sebab untuk memonitor jumlah JCH yang tersebar, dokter mengalami kesulitan. Kondisi seperti ini hanya bisa dipahami saja. Mengantisipasi monitoring jamaah sebanyak 269 di tanah suci, setiap dokter akan selalu berkoordinasi dengan ketua regu dan ketua rombongan.

Kemarin, JCH yang diberangkatkan Embarkasi Padang ke tanah suci kloter 2 sebanyak 269 orang. Kloter ini dari Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi 92 orang dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi 177 orang. Mereka berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sekitar pukul 11.00 WIB. Untuk hari ini yang akan berangkat kloter tiga dari Jambi sebanyak 269 orang JCH dan 5 petugas pendamping. (ilham safutra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: