h1

19 Preman Bundaran Pasar Raya Dijaring

Desember 28, 2008

Minggu, 28 Desember 2008 Padang,

Padek—Sedikitnya 19 orang preman dijaring jajaran Poltabes Padang di kawasan bundaran depan Masjid Taqwa Muhammadiyah, Sabtu (27/12). Preman tersebut, diduga terkait sebagai pelaku kejahatan jalanan (street crime) di sekitar TKP. Salah seorang di antaranya terpaksa diproses lebih lanjut karena terlibat pemungutan liar (pungli) parkir. Selain di kawasan bundaran depan Masjid Taqwa Muhammadiyah, polisi juga menjaring preman di sekitar kawasan Pasar Raya, Padang. Rata-rata preman yang dijaring jajaran Poltabes Padang itu berprofesi sebagai pengangguran dan agen-agen angkutan kota (Angkot) di sekitar TKP. Beberapa dari preman itu memiliki tubuh yang dipenuhi tato. Kapoltabes Padang Kombes Boy Rafli Amar kepada wartawan mengatakan aksi pembersihan preman merupakan salah satu program utama dari Kapolri. Untuk itu seluruh jajaran kepolisian di Indonesia harus menindaklanjuti hal tersebut. Dari data Padang Ekspres sebelumnnya operasi preman di bulan November Poltabes Padang telah mengamankan 101 orang preman, sedangkan selama Desember 2008 total preman diamankan telah puluhan orang. Lebih lanjut Boy Rafli Amar mengatakan seluruh preman yang dijaring polisi akan didata dan diberi pembinaan. Bagi preman yang terjaring dan terindikasi melakukan tindakan pidana, maka ia akan diproses lebih lanjut. “Data base tindakan kejahatan itu akan dijadikan bahan melakukan aksi pembersihan. Jika di lain waktu mereka yang sudah terdata pernah melakukan tindakan kriminal mengulangi perbuatannya, maka polisi akan lebih mudah meringkusnya,” kata Boy Rafli yang juga mantan Direktur Reskrim Polda Maluku Utara itu. Selain menjaring preman di kawasan Pasar Raya, lanjut putra Agam itu, polisi juga memfokuskan pembinasaan premanisme secara bertahap dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Jika salah satu kawasan sudah bersih dari aksi preman akan digeser ke kawasan lain sehingga ruang aksi premanisme semakin sempit. Boy Rafly mengaku jumlah premanisme di Kota Padang tidak separah kota-kota lain. Ia berharap masyarakat ikut berperan memberikan informasi pada polisi agar pemberantasan premanis bisa lebih cepat dilakukan. Anton Fernando, 26, warga Terandam, Kecamatan Padang Timur, salah seorang preman yang dijaring Poltabes Padang mengatakan ia terjaring saat berada di kawasan parkiran Matahari Departemen Store (MDS). Pemuda yang tubuhnya sudah dibaluti tato sejak umur 12 tahun itu merasa bukan preman, karena tidak pernah melakukan tindakan kejahatan. (i)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: