h1

9 Ribu Jamaah Naqsabandiyah Shalat Id

Desember 28, 2008
Minggu, 07 Desember 2008
Padang, Padek—Meski pemerintah menetapkan hari raya Idul Adha 1429 H, Senin (8/12) besok, sebagian umat Islam, pengikut aliran Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang telah merayakan Idul Adha 1429 H, Sabtu (6/12). Hal yang sama juga dilaksanakan 9 ribu jamaah di 30 surau Naqsabandiyah yang tersebar di kabupaten/kota yang ada di Sumbar.

Pantauan Padang Ekspres di Mushalla Baitul Makmur di Jalan M Hatta, Kelurahan Cupaktangah Kecamatan Pauh dan Surau Baru di Jalan M Hatta, Kecamatan Pauh, tepatnya di belakang kompleks Polsek Pauh, pukul 08.00 WIB ratusan pengikutnya sudah merayakan hari lebaran kurban.

Diawali dengan Shalat Id di surau dan dilanjutkan penyembelihan beberapa ekor hewan kurban. Syafri Malin Mudo, 68, salah seorang pengikut aliran Tarekat Naqsabandiyah dan sekaligus Imam di Masjid Baitul Makmur mengatakan, pengikut Tarekat Naqsabandiyah selalu melakukan perayaan hari kurban lebih awal dari umat Islam lainnya. Namun ia menegaskan pelaksanaan Idul Adha sudah berdasarkan proses hisab dan rukyat.

Syafri Malin Mudo yang sudah menjadi imam tetap di Mushalla Baitul Makmur sejak tahun 1960-an juga mengatakan saat ini jamaah Naqsabandiyah sudah berjumlah sekitar 9 ribu orang.  Jamaah tersebut tersebar di Padang, Kota  Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung dan Solok. Di Kota Padang pengikutnya banyak tersebar di kawasan Lubuk Kilangan. Khusus di Ranah Minang ajaran ini dibawa pertama kali oleh Tengku Syech Ismail sebelum tahun 1800-an.  Di Padang khususnya di Pauh tahun 1806, yang dibawa langsung oleh Syech Muhammad Thaib.

Usai menyelenggarakan shalat ied sebanyak dua raka’at, dengan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir di rakaat kedua, jamaah melanjutkan penyembelihan hewan kurban berupa kambing sebanyak empat ekor. Hasil sembelihan kurban tersebut dibagikan tidak hanya kepada pengikut aliran Naqsabandiyah tetapi beberapa umat Islam di sekitar mushalla juga mendapat bagian.  Kondisi serupa juga terlihat di Surau Baru yang terletak di belakang Polsek Pauh, Padang. Sebagai surau tertua yang menjadi basis penyebaran ajaran Naqsabandiyah, ratusan pengikutnya melaksanakan shalad Id dengan khusuk. (i)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: