h1

Jamaah Haji Masih Suka Shopping

Desember 28, 2008
Kamis, 18 Desember 2008
Padang, Padek—Air zam-zam milik jamaah haji yang ditinggalkan pihak Garuda Indonesia di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Saudi Arabia, saat proses pemulangan haji dua kloter pertama menjadi buah pembicaraan jamaah haji saat sampai di Tanah Air. Betapa tidak air yang diharap-harapkan tidak kunjung sampai di tangannya. Total air zam-zam yang ditinggalkan itu 2.740 liter.

Akan tetapi kecemasan itu menurut General Manager (GM) Garuda Indonesia Cabang Padang Erwin Suharja, tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, pihak Garuda Indonesia menjamin air zam-zam itu sampai ke Tanah Air dan dibagikan kepada jamaah haji.

“Kami akan mengirim air zam-zam tersebut ke Indonesia melalui pesawat yang membawa jamaah haji Embarkasi lain. Pembawaan air zam-zam langsung ke Embarkasi Padang tidak memungkinkan, karena setiap kloter jumlah barang jamaah cukup banyak,” kata Erwin.

Alternatif pembawaan air zam-zam itu dilakukan dengan cara pesawat reguler Arab-Jakarta atau pesawat Garuda khusus haji ke Embarkasi lain, seperti ke Balikpapan, Medan, Jakarta atau Solo. Dari embarkasi itu, zam-zam tersebut dikirim lagi ke Embarkasi Padang. Dari Embarkasi Padang ke tangan jamaah haji menurut, Eriwn merupakan tanggung jawab Departemen Agama.

Persoalan lain penyebab tidak terbawanya air zam-zam milik jamaah, karena perilaku jamaah yang masih suka shopping di Tanah Suci. Sehingga barang bawaannya melebihi ketentuan dikatakan Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH). Padahal ibadah rukun Islam kelima itu tidak ada kaitannya membeli oleh-oleh untuk keluarga di kampung tersebut.

“Garuda telah memberitahukan kepada PPIH, total barang jamaah maksimal 32 kg per orangnya. Lebih dari itu masuk ke dalam kargo. Biayanya ditanggung sendiri,” sebutnya.

“Pada penerbangan reguler batas barang milik penumpang pesawat hanya 20 kg per orang, sedangkan di musim haji ini dilebihkan menjadi 32 kg. Jumlah itu tidak termasuk berat air zam-zam. Ke depan barang-barang jamaah melebihi 32 kg akan ditinggalkan demi membawa membawa air zam-zam,” ujar Erwin menegaskan. (i)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: