h1

Kasus Jambret Diserahkan ke Denpom

Desember 28, 2008
Jumat, 26 Desember 2008
Padang, Padek—Tindak lanjut kasus penjambretan di Jalan A Yani terhadap korban, warga sipil dan penganiayaan yang dialami anggota Polisi Lalu lintas (Polantas) dari jajaran Poltabes Padang, Senin (22/12) malam, diserahkan sepenuhnya kepada Detasemen Polisi Militer  I/4 Bukit Barisan (Denpom I/4 BB) Padang.

Kapoltabes Padang Kombes Boy Rafli Amar yang dihubungi Padang Ekspres mengatakan kasus tersebut terjadi di kawasan TNI AD Kompi C Siteba, maka pengungkapan kasus itu diserahkan sepenuhnya kepada jajaran Denpom. “Kami menunggu hasil pemeriksaan dari Denpom. Apabila tersangkanya telah dipastikan orang sipil, maka penyelidikan kasus tersebut dikembalikan kepada Poltabes Padang,” tutur Kombes Rafli Amar.

Untuk mendukung penyelidikan kasus itu, lanjut Boy Rafli,  Poltabes Padang akan memberikan informasi pendukung kepada Denpom, seperti halnya data yang terkait dengan korban dari sipil. Korban sipil itu saat usai kejadian langsung melaporkan ke Poltabes Padang.

Korban jambret tersebut Renata, 23, warga kompleks Banuaran Indah Blok J No 1, Kecamatan Lubuakbegalung. Waktu itu barang-barang milik korban berupa dua HP, dan uang tunai Rp360 ribu raib direbut pelaku. Korban yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu mengalami kerugian senilai Rp1,7 juta.

Jajaran Poltabes Padang saat ini hanya bisa menunggu hasil penyelidikan dari jajaran Denpom. Boy Rafli berharap penyelidikan tersebut dapat tuntas dengan waktu lebih cepat. Sebab, kasus itu tidak hanya mengakibatkan anggotanya yang menjadi korban, melainkan warga sipil.

Ketika ditanya kondisi Bripda Novika Toni, korban penganiayaan sejumlah oknum TNI itu hingga kemarin masih dirawat intensif di ruang Tulip II-1 RS Yos Soedarso Padang. Dikatakan Boy Rafli, saat ini ia menyerahkan perawatan terhadap anggota itu kepada dokter ahli. Pasalnya, korban yang saat ini bertugas di jajaran Satlantas itu mengalami luka di beberapa bagian tuhbu, seperti luka di bagian rahang. “Kami berharap Bripda Novika Toni dapat kembali pulih. Saat ini kondisi korban sudah mencapai 70 persen,” tambah Boy Rafli.

Wartawan-Korban Penganiayaan Diperiksa

Secara terpisah, tiga wartawan, korban penganiayaan oknum personil TNI AD di Kompi C Siteba, diperiksa Tim Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/4 Bukit Barisan (BB)  Padang, Kamis (24/12). Pemeriksaan ketiga wartawan yang diperiksa di ruangan Lak Idik itu memakan waktu sekitar dua jam lebih.

Ketiga wartawan korban penganiyaan itu, Tommy De Raffers, 43, wartawan RTCI, Budy Sunandar, 25, wartawan Global TV, dan Riyan Taufik, 23, wartawan ANTv. Rata-rata pertanyaan disampaikan penyidik kepada mereka berkisar tentang kronologis kejadian yang mereka ketahui dan dialami. Seperti  halnya Tommy De Raffers, ia diperiksa oleh penyidik dengan 20-an pertanyaan, Budy Sunandar sebanyak 14 pertayaan dan Riyan Taufik dengan 8 pertayaan. Para korban itu hadir di ruangan penyidik sejak pukul 09.00 WIB.

Saat Padang Ekspres berada di ruangan pemeriksaan itu bersama wartawan lainnya, suasana di Markas Denpom I/4 BB Padang terlihat sepi dan tenang. Para wartawan diantar oleh personil Denpom ke ruangan pemeriksaan, tempat ketiga jurnalis televisi itu memberikan keterangan. Wajah para korban tampak tenang dan tegar menghadapi proses penyidikan. Hal itu dilakukan demi menegakkan keadilan terhadap wartawan.

Sebagaimana dikatakan Ryan, ia merasa belum dengan proses yang dijalani. Wartawan yang sehari-hari bekerja di ANTv itu berharap pelaku penganiyaan terhadap dirinya dan dua orang korban lainnya itu diadili dan ditindak tegas.

Penyidik di Denpom I/4 BB Padang ketika dimintai komentar oleh wartawan enggan berkomentar. Ia menyarankan untuk meminta konfirmasi langsung kepada Komandan Denpom Letkol (CPM) Dono Kuspriyanto. Ironisnya ketika orang nomor satu di Denpom I/4 BB Padang itu tidak berada di markasnya, beberapa anggotanya mengatakan Dono berada di Makorem 032/Wirabraja.

Akhirnya para wartawan yang terdiri dari cetak dan elektronik memburu Dono Kuspriyanto ke Makorem. Malangnya ketika puluhan wartawan berada di gerbang makorem, ternyata dihadang salah seorang personil TNI AD, Kapten Sukiran P. Ia mencegat wartawan masuk ke markasnya, meskipun meminta izin.

Ketika di tempat itu, wartawan yang biasanya masuk dari pintu belakang terpaksa balik kanan, karena pintu tersebut tertutup. Kemudian para pemburu berita tersebut masuk dari pintu depan. Di tempat tersebut datanglah Kapten Sukiran melarang masuk ke dalam makorem. “Wartawan dilarang masuk masuk dengan kondisi saat ini. Komandan tidak di tempat. Saat ini kondisi belum konsusif,” tutur perwira berbaju loreng itu dengan garang.

Pada saat itu wartawan mencoba memberikan pemahaman padanya. Kedatangan wartawan hanya sekadar untuk meminta konfirmasi dari Denpom Lekol (CPM) Dono Kuspriyanto atau Danrem Kolonel Danu Nawawi. Akan tetapi, maksud baik itu dibalas dengan nada ketegangan dan pengusiran. “Keluar, kalian dilarang masuk,” ujar Kapten Sukiran dengan wajah semakin tegang.

Dalam kondisi seperti itu puluhan anggota TNI AD di Korem 032 Wirabraja keluar dan menghadang para wartawan. Bahkan salah seorang darinya telah memegang senjata laras panjang. Akhirnya dengan penjelasan tidak memuaskan itu para wartawan undur diri.

Sebagaimana diberitakan Padang Ekspres, Bripka Novika dianiaya oknum TNI saat mengejar jambret yang lari ke kompleks TNI Kompi C Batalyon 133/ Yudha Sakti. Saat Bripka Novika hendak menangkap pelaku, sekitar 20 orang oknum TNI tiba-tiba menghalaginya dan memukulnya hingga mengalami cedera parah di bagian rahang dan pelipis.

Bukan hanya Novika, sejumlah wartawan media elektronik yang meliput aksi kejar-kejaran antara Novika dan penjambret itu, juga kena imbas amukan puluhan oknum TNI itu. Budi Sunandar, Wartawan Global TV mengalami luka memar di bagian matanya, sedangkan Tommy J, Wartawan RCTI dan Rian Taufik, Kameramen ANTV juga sempat ditodong dengan senjata api oleh puluhan oknum aparat berbaju loreng tersebut. (i)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: