h1

SBY Datang, 2 Orang Diproses

Desember 28, 2008
Selasa, 16 Desember 2008
Padang, Padek—Seorang warga Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya “Am”, 40, diamankan polisi, Sabtu (13/12). “Am” diamankan atas dugaan teroris karena melambaikan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Dharmasraya.

Pada hari yang sama, seorang oknum anggota DPRD Sumbar diproses aparat Polsek Kubuk, Kabupaten Solok karena diduga mengeluarkan kata-kata kotor kepada Kasat Samapta Polres Solok AKP Yusheri yang sedang melakukan pengamanan kedatangan rombongan Presiden.

Kapolres Dharmasraya AKBP Bambang P saat berada di Polda Sumbar, Senin (15/12) mengatakan, warga yang diamankan tersebut merupakan seorang karyawan depot air minum di Dharmasraya. Ketika Presiden berada di tengah masyarakat dan melambaikan tangannya, “Am” melambaikan sepucuk surat dengan amplop berwarna putih yang diarahkan ke SBY.

Hal tersebut mengundang perhatian dari petugas keamanan, termasuk anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Akibatnya anggota yang berada di sekitar “Am” langsung mengamankan di Polres Dharmasraya untuk diperiksa. “”Am” diperiksa di Polres Dharmasraya  selama 1 kali 24 jam,” kata Kapolres

Bambang menambahkan, surat tersebut berisikan tentang kekaguman seorang warga terhadap kepimpinan Presiden SBY. Surat itu terdiri dari tiga lembar dengan tulisan tangan. “Saya tidak tahu cara mengungkapkan rasa bangga dan kagum kepada presiden, Pak,” kata Bambang menirukan kata-kata “Am”.

“Am”, kemudian dibebaskan setelah adanya jaminan dari wali nagari, lurah, pemuka masyarakat, dan pimpinan tempatnya bekerja.

Kata-kata Kotor

Lain halnya “Am”, oknum anggota DPRD Sumbar berinisial “RS” diproses di Polsek Kubung Kabupaten Solok karena mengeluarkan kata-kata kepada Kasat Samapta Polres Solok AKP Yusheri yang sedang melakukan pengamanan jalan.

Sebelum mengeluarkan kata-kata kotor “RS” sempat bedialog dengan AKP Yusheri untuk minta pertolongan memberikan jalan karena akan menghadiri acara di kampung halamannya di Sawahlunto. Hal itu mengundang perhatian dari warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Tidak terima dengan perlakukan tersebut, AKP Yusheri memerintahkan jajarannya mengamankan “RS” untuk diperiksa.

Kapolres Solok AKBP Ali Absar ketika di Mapolda Sumbar, kemarin membenarkan hal tersebut. Ia menganggap tindakan dari oknum anggota DPRD Sumbar itu telah melecehkan nama kesatuan Polri. Pihaknya akan memproses sesuai hukum yang berlaku.

Di tempat terpisah “RS” yang ditemui Padang Ekspres mengakui melontarkan kata-kata kotor kepada polisi. Akan tetapi pria berumur 63 tahun itu membantah kalau kata-kata itu dilontarkan kepada Kasat Samapta, tetapi ke seseorang yang berpakaian preman.

Orang tersebut, katanya terlebih dahulu mengeluarkan kata-kata kotor. “Waktu itu saya minta toleransi kepada polisi, karena ingin melihat sanak keluarga yang sedang sakit di kampung,” kata “RS”. (i)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: