h1

Menyambut Tahun Baru Islam di Masjid Maryam

Desember 28, 2008
Minggu, 28 Desember 2008
Padang, Padek—Dalam hadist yang diriwayatan Muslim, Rasulullah Muhammad SAW berkata, “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya” (HR Muslim).

Hal itu sangat dirasakan Sahril Anwar, 63, warga Kelurahan Ranah Parak Rumbio. Pria gaek itu tidak dapat menyimpan rasa haru ketika menghadiri acara penutupan kegiatan agama dalam peringatan pergantian tahun baru Hijriyah 1430 di Masjid Maryam, di Ranah Parak Rumbio, tadi malam (27/12).

Sahril menyeka air matanya, karena Masjid Maryam tempatnya memperingati pergantian tahun Islam itu dirayakan begitu meriah. Santri-santri di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) menggelar kegiatan keagamaan di sana. Masjid Maryam merupakan masjid peninggalan almahurmah ibunya Hj Maryam.

Sebelum masjid itu berdiri di tengah pemukiman warga Parak Rumbio, masjid itu dulunya sebuah rumah tempat kelahiran Sahril Anwar bersama lima orang saudaranya yang lain. Di rumah itulah ia dibesarkan.

Setelah ibunya Maryam wafat tahun 1999, rumah itu nyaris tidak dimanfaatkan sebagai tempat berteduh keluarga. Sebab, Sahril bersaudara telah mengadu peruntungan di rantau orang. Agar rumah itu tidak menjadi sia-sia, ia menunaikan wasiat ibunya untuk menyulap rumah menjadi masjid. Namanya pun diambil dari nama almarhumah ibunya, Maryam.

Masjid Maryam berdiri di atas tanah seluas seribu meter persegi. Masjid itu dibangun sejak tahun 2001 bersama warga Kelurahan Ranah Parak Rumbio. “Dulunya di Ranah tidak ada masjid. Warga banyak menunaikan ibadah di tempat lain. Biar warga sekitar Ranah Parak Rumbio tak perlu jauh-jauh menunaikan ibadah, maka didirikanlah masjid ini,” ucapnya.

Untuk mendukung kesuksesan pendirian dan pendanaan masjid, Sahril bersaudara bersama warga setempat mendirikan Yayasan Maryam. Yayasan itu nantinya menjadi lembaga untuk mengurus masjid dan kegiatan di dalam masjid.

“Saya berharap di masjid Maryam ini banyak dilaksanakannya kegiatan keagamaan. Masjid ini tidak hanya sekadar tempat shalat, akan tetapi juga sebagai tempat pusat kegiatan keagamaan. Titik terakhirnya di sini ada perpustakaan, lembaga pendidikan. Bahkan tidak mustahil nantinya di masjid ini juga terdapat Islamic Center,” harap putra kedua Almarhumah Maryam.

Ia berharap Masjid Maryam terus dirawat olah warga Ranah Parak Rumbio, Kecamatan Padang Selatan. Pada acara puncak perayaan penyambutan tahun baru 1 Muharram 1430 Hijriyah itu Mahyeldi Ansarullah didaulat sebagai ustadz untuk memberikan tausiyah kepada seluruh jamaah. Juga tampak hadir dala kegiatan tersebut Hasnah Cendra Dewi, tokoh perempuan dari Padang Selatan, yang juga  caleg Partai Golkar dari daerah pemilihan Padang Timur, Padang Selatan dan Bungus Teluk Kabung.

Selama kegiatan itu berlangsung, para santri-santri MDA dengan semangatnya melantunkan Asmaul husna untuk membesarkan nama-nama Allah. Perayaan tahun baru Islam ini mestinya menjadi momentum untuk mengevaluasi diri bagi anak muda dan umat Islam secara keseluruhan. Apalagi pergantian tahun baru ini berdekatan tahun Masehi. (i)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: